MAJAS
BAHASA INDONESIA
RIZKA SUZARIYANI
Kelas X 1
SMA Negeri 1 PRAYA
Macam-macam majas
terdiri atas:
1). Majas
Perbandingan;
2). Majas
Pertentangan;
3). Majas
Sindiran;
4). Majas
Penegasan.
A. Majas Perbandingan
Majas
Perbandingan
ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan
dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara
pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah
perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap
sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama,
seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya
keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat
bagai mayat.
c) Wajahnya
kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang
mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me·ta·fo·ra
/métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau
perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang
punggung negara
Contoh:
a) Engkau belahan jantung hatiku sayangku.
(sangat penting)
b) Raja siang keluar dari ufuk timur
c) Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d) Harta karunku (sangat berharga)
e) Dia dianggap anak emas majikannya.
f) Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang
membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti
manusia.
Contoh:
a) Badai
mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak
berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit
menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan
dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas
perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya
berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup
manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang
kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan
yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
5)Simbolik
Simbolik adalah majas yang
melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan
benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Ia terkenal sebagai buaya darat.
b) Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d) Melati, lambang kesucian
e) Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia
adalah
majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan
benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain
yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya
selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi
Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang
dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok
adalah
majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau
sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro
toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik
ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala
mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro
parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam
pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia
akan memilih idolanya malam nanti.
8. Simile:
Pengungkapan
dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung,
seperti layaknya, bagaikan, " umpama",
"ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air
aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa
saja.
9)Majas
Antropomorfisme
Adalah metafora
yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk
hal yang bukan manusia.
10)Majas
Sinestesi
Yang berupa
suatu ungkapan rasa dari suatu indra yang dicurahkan lewat ungkapan rasa indra
lainnya.
11)Majas
Alegori
Menyatakan
dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran. Contoh: Perjalanan hidup manusia
seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit
ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya
berhenti ketika bertemu dengan laut.
12)Majas
Totum pro parte
Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang
dimaksud hanya sebagian. contoh:Indonesia bertanding volly melawan Thailand.
13)Majas
Eufimisme
Pengungkapan
kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang
lebih pantas atau dianggap halus. contoh:Dimana saya bisa menemukan kamar
kecilnya?
14)Majas
Disfemisme
Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa
kurang pantas sebagaimana adanya.
15)Majas
Fabel
Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia
yang dapat berpikir dan bertutur kata. contoh:Perilakunya seperti ular yang
menggeliat.
16)Majas
Parabel
Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan
atau disamarkan dalam cerita.
17)Majas
Perifrasa
Ungkapan yang panjang sebagai pengganti
ungkapan yang lebih pendek.
18)Majas
Eponim
Menjadikan nama
orang sebagai tempat atau pranata. contoh:Kita bermain ke rumah Ina.
19)Majas Alusio
Pemakaian
ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Contoh: Sudah dua hari
ia tidak terlihat batang hidungnya
20)Majas
Antonomasia
Adalah yang
menyebutkan sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai
pengganti nama diri. Contoh : Yang Mulia tak dapat menghadiri pertemuan ini.
Majas Aptronim: Pemberian nama yang
cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
21)Majas
Hipokorisme
Penggunaan nama
timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
22)Majas
Depersonifikasi
Pengungkapan dengan tidak menjadikan
benda-benda mati atau tidak bernyawa.
23)Majas
Pars pro toto
Pengungkapan sebagian dari objek untuk
menunjukkan keseluruhan objek. contoh:Sejak kemarin dia tidak kelihatan batang
hidungnya.
B. Majas Pertentangan
Majas
Pertentangan
adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan
sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau
meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis
Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas
yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda,
besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya,
cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas
yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa
sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku
merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas
hiperbola
adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud
memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya
menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya
tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes adalah majas yang
menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan
mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah
seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu
bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
5) Majas Oksimoron
Adalah
gaya bahasa yang mengandung pertentangan dengan mempergunakan kata-kata yang
berlawanan dalam frasa yang sama.
Contoh :
Keramah-tamahan yang bengis
6)Majas Anakronisme
Adalah
gaya bahasa yang menunjukkan adanya ketidak sesuaian uraian dalam karya sastra
dalam sejarah, sedangkan sesuatu yang disebutkan belum ada saat itu.
Contoh
: dalam tulisan Cesar, Shakespeare menuliskan jam berbunyi tiga kali (saat itu
jam belum ada).
7)Majas Repti
Adalah
perulangan bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting
untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai6
8)Majas Kontradiksi interminus
Adalah
pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian
sebelumnya.
C. Majas Sindiran
Majas
Perbandingan
ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan
pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:
1) Ironi
Ironi adalah majas
yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru
siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali
tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme
adalah
majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu
tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar
sepertimu.
b) Lama-lama aku
bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.
3) Sarkasme
Sarkasme
adalah
majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang
sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah
aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau
dungu, kerja begini saja tidak becus!
4)Majas Sinisme
Adalah
ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada
manusia (lebih kasar dari ironi).
Contoh: Kamu kan
sudah pintar ? Mengapa harus bertanya kepadaku ?
5)Majas Satire
Adalah
ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau
menertawakan gagasan, kebiasaan, dll. Ungkapan yang menertawakan atau menolak
sesuatu.
Contoh : Ya,
Ampun! Soal mudah kayak gini, kau tak bisa mengerjakannya!
6)Majas Innuendo
Adalah
gaya bahasa sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.
Contoh : Ia
menjadi kaya raya karena mengadakan kemoersialisasi jabatannya
D. Majas Penegasan
Majas
Perbandingan
ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan
pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh
bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas
yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti
suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa
yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka
mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi
adalah
majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang
kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita
sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra
bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas
perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah
pengertian
Cinta adalah
kesetiaan
Cinta adalah
rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi adalah majas
penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat
dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan,
bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya
sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks
adalah
majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin
meningkat.
Contoh:
a) Semua orang
dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw,
kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan
pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas
yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala
sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan
desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik
adalah
majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya
memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa
cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini
orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
8)Majas Koreksio
Adalah
gaya bahasa yang mula-mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya.
Contoh : Silakan
pulang saudara-saudara, eh maaf, silakan makan.
9)Majas Asindeton
Adalah
gaya bahasa yang menyebutkan secara berturut-turut tanpa menggunakan kata
penghubung agar perhatian pembaca beralih pada hal yang disebutkan.
Contoh : Dan
kesesakan kesedihan, kesakitan, seribu derita detik-detik penghabisan orang
melepaskan nyawa.
10)Majas
Interupsi
Adalah
gaya bahasa yang menggunakan kata-kata atau bagian kalimat yang disisipkan di
dalam kalimat pokok untuk lebih menjelaskan sesuatu dalam kalimat.
Contoh :
Tiba-tiba ia-suami itu disebut oleh perempuan lain.
11)Majas Eksklmasio
Adalah
gaya bahasa yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.
Contoh : Wah,
biar ku peluk, dengan tangan menggigil.
12)Majas Enumerasio
Adalah
beberapa peristiwa yang membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar
tiap peristiwa dalam keseluruhannya tanpak dengan jelas.
Contoh
: Laut tenang. Di atas permadani biru itu tanpak satu-satunya perahu nelayan
meluncur perlahan-lahan. Angin berhempus sepoi-sepoi. Bulan bersinar dengan
terangnya. Disana-sini bintang-bintang gemerlapan. Semuanya berpadu membentuk
suatu lukisan yang haromonis. Itulah keindahan sejati.
13)Majas Silepsis dan Zeugma
Adalah
gaya dimana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan
sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya mempunyai
hubungan sebuah kata dengan dua kata yang lain sebenarnya hanya salah satunya
mempunyai hubungan dengan kata pertama.
Contoh : ia
menundukkan kepala dan badannya untuk memberi hormat kepada kami.
14)Majas Apofasis atau Preterisio
Adalah
gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya
menyangkal.
Contoh : Saya
tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan
ratusan juta rupiah uang negara
15)Majas Aliterasi
Adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi
vokal yang sama.
Contoh : Keras-keras kena air lembut juga
16)Majas Paralelisme
Adalah
gaya bahasa penegasan yang berupa pengulangan kata pada baris atau kalimat.
Contoh : Jika
kamu minta, aku akan datang
17)Majas Antanaklasis
Adalah
yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda.
Contoh : Ibu
membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
18)Majas Anastrof atau Inversi
Adalah
gaya bahasa yang dalam pengungkapannya predikat kalimat mendahului subejeknya
karena lebih diutamakan.
Contoh :
Pergilah ia meninggalkan kami, keheranan kami melihat peranginya.
19 )Majas Retoris
Adalah
pernyataan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk
mencapai efek yang lebih mendalam dan penekanan yang wajar, dan sama sekali
tidak menghendaki adanya suatu jawaban
Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20 )Majas Elipsis
Adalah
gaya bahasa yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah
dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh pembaca.
Contoh : Kami ke
rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
21)Majas Alonim
Adalah
Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
22 )Majas Kolokasi
Adalah Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata
lain yang berdampingan dalam kalimat.
23)Majas Pararim
Adalah
Pengulangan konsonan awal dan akhir
dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
24)Majas Preterito
Adalah
Ungkapan penegasan dengan cara
menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
25)Majas Sigmatisme
Adalah
Pengulangan bunyi “s” untuk efek tertentu.24.
26) Majas Polisindenton
Adalah
pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.