TUGAS GEOGRAFI
MATAHARI
Nama Kelompok :
Ahmad Subandre Saputra
Anisa zahra
Rizka Suzariyani
SMA Negeri 1 PRAYA
Karakteristik umum
Matahari
Matahari
berbentuk bola yang berpijar dengan senyawa penyusun utama berupa gas hidrogen
(74%) dan helium (25%) terionisasi. Senyawa penyusun lainnya terdiri dari besi, nikel, silikon, sulfur, magnesium, karbon, neon, kalsium, dan kromium. Cahaya Matahari berasal dari hasil
reaksi fusi hidrogen menjadi helium.
Berdasarkan
penghitungan menggunakan Hukum Newton dengan melibatkan nilai kecepatan
orbit Bumi, jarak Matahari, dan gaya gravitasi, diperoleh massa Matahari sebesar
1,989x1030 kilogram. Angka tersebut sama dengan 333.000
kali massa Bumi. Sementara itu, diameter Matahari adalah 1.392.000 kilometer
atau 865.000 mil, sama dengan 109 kali diameter Bumi. Sebagai perbandingan,
sebanyak 1,3 juta planet seukuran Bumi dapat masuk ke dalam Matahari. Oleh
karena itu, Matahari menjadi obyek terbesar di tata surya dengan massa mencapai
99,85% dari total massa tata surya.
Berdasarkan
penghitungan dengan metode analisis radioaktif, diketahui bahwa batuan bulan, meteorit dan batuan Bumi tertua yang pernah
ditemukan berusia sekitar 4,6 miliar tahun. Sementara itu, sampel batuan
Matahari belum pernah didapatkan sehingga penghitungan dilakukan secara matematika menggunakan model interior
Matahari. Berdasarkan hasil
penghitungan matematika adalah Matahari diperkirakan berusia 5 ± 1,5 miliar
tahun. Namun, oleh karena tata surya diketahui terbentuk sebagai satu kesatuan
dalam waktu yang berdekatan maka kini secara umum Matahari dianggap berusia 4,6
miliar tahun Matahari tergolong bintang kerdil kuning (tipe GV), dengan ciri
memiliki suhu permukaan sekitar 6.000 K dan umumnya bertahan selama 10 miliar
tahun. Matahari diperkirakan berusia sekitar 7 miliar tahun lagi, sebelum
hidrogen di intinya habis. Bila hal tersebut terjadi, Matahari akan berekspansi
menjadi bintang raksasa berwarna merah yang dingin dan 'memakan' planet-planet
kecil di sekitarnya (mungkin termasuk Bumi) sebelum akhirnya kembali menjadi
bintang kerdil berwarna putih kembali.
Gaya
gravitasi di Matahari sebanding dengan 28 kali gravitasi di Bumi. Secara teori
hal tersebut berarti bila seseorang memiliki berat 100 kg di Bumi maka bila
berjalan di permukaan Matahari beratnya akan terasa seperti 2.800 kg. Gravitasi
Matahari memungkinkannya menarik semua komponen-komponen penyusunnya membentuk
suatu bentuk bola sempurna. Gravitasi Matahari jugalah yang menahan
planet-planet yang mengelilinginya tetap berada pada orbit masing-masing.
Pengaruh dari gravitasi Matahari masih dapat terasa hingga jarak 2 tahun cahaya.
Radiasi Matahari, lebih dikenal sebagai
cahaya Matahari, adalah campuran gelombang elektromagnetik yang terdiri dari gelombang inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet. Semua gelombang elektromagnetik
ini bergerak dengan kecepatan sekitar 3,0 x 108 m/s. Oleh karena itu
radiasi atau cahaya memerlukan waktu 8 menit untuk sampai ke Bumi. Matahari
juga menghasilkan sinar gamma, namun frekuensinya semakin kecil
seiring dengan jaraknya meninggalkan inti.
Struktur Matahari
Ilustrasi
bagian-bagian Matahari :
(1) Inti
(2) Zona
radiatif
(3) Zona
konvektif
(4)
Fotosfer
(5)
Kromosfer
(6) Korona
(7) Bintik
Matahari
(8)
Granula
(9)
Prominensa.
1.
Inti Matahari
Inti
adalah area terdalam dari Matahari yang memiliki suhu sekitar 15 juta derajat Celcius (27 juta derajat Fahrenheit). Berdasarkan perbandingan
radius/diameter, bagian inti berukuran seperempat jarak dari pusat ke permukaan
dan 1/64 total volume Matahari. Kepadatannya adalah sekitar 150 g/cm3.
Suhu dan tekanan yang sedemikian tingginya memungkinkan adanya pemecahan atom-atom menjadi elektron, proton, dan neutron Neutron yang tidak bermuatan akan
meninggalkan inti menuju bagian Matahari yang lebih luar. Sementara itu, energi
panas di dalam inti menyebabkan pergerakan elektron dan proton sangat cepat dan
bertabrakan satu dengan yang lain menyebabkan reaksi fusi nuklir (sering juga
disebut termonuklir). Inti Matahari adalah tempat berlangsungnya reaksi fusi
nuklir helium menjadi hidrogen. Energi hasil reaksi termonuklir di inti berupa sinar gamma dan neutrino memberi tenaga sangat besar
sekaligus menghasilkan seluruh energi panas dan cahaya yang diterima di Bumi. Energi
tersebut dibawa keluar dari Matahari melalui radiasi
2.
Zona radiatif
Zona
radiatif adalah daerah yang menyelubungi inti Matahari. Energi dari inti dalam
bentuk radiasi berkumpul di daerah ini sebelum diteruskan ke bagian Matahari
yang lebih luar. Kepadatan zona radiatif adalah sekitar 20 g/cm3
dengan suhu dari bagian dalam ke luar antara 7 juta hingga 2 juta derajat
Celcius Suhu dan densitas zona radiatif masih cukup tinggi, namun tidak
memungkinkan terjadinya reaksi fusi nuklir.
3.
Zona konvektif
Zona
konvektif adalah lapisan di mana suhu mulai menurun. Zona ini membentuk lapisan
dalam (interior). Suhu zona konvektif adalah sekitar 2 juta derajat Celcius
(3.5 juta derajat Fahrenheit). Setelah keluar dari zona radiatif, atom-atom
berenergi dari inti Matahari akan bergerak menuju lapisan lebih luar yang
memiliki suhu lebih rendah. Penurunan suhu tersebut menyebabkan terjadinya
perlambatan gerakan atom sehingga pergerakan secara radiasi menjadi kurang
efisien lagi Energi dari inti Matahari membutuhkan waktu 170.000 tahun untuk
mencapai zona konvektif Saat berada di zona konvektif, pergerakan atom akan terjadi
secara konveksi di area sepanjang beberapa ratus
kilometer yang tersusun atas sel-sel gas raksasa yang terus bersirkulasi.
Atom-atom bersuhu tinggi yang baru keluar dari zona radiatif akan bergerak
dengan lambat mencapai lapisan terluar zona konvektif yang lebih dingin
menyebabakan atom-atom tersebut "jatuh" kembali ke lapisan teratas
zona radiatif yang panas yang kemudian kembali naik lagi Peristiwa ini terus
berulang menyebabkan adanya pergerakan bolak-balik yang menyebabakan transfer
energi seperti yang terjadi saat memanaskan air dalam panci Oleh sebab itu,
zona konvektif dikenal juga dengan nama zona pendidihan (the boiling zone).
Materi energi akan mencapai bagian atas zona konvektif dalam waktu beberapa
minggu.
4.
Fotosfer
Fotosfer
atau permukaan Matahari meliputi wilayah setebal 500 kilometer dengan suhu sekitar 5.500 derajat
Celcius (10.000 derajat Fahrenheit) Sebagian besar radiasi Matahari yang
dilepaskan keluar berasal dari fotosferEnergi tersebut diobservasi sebagai
sinar Matahari di Bumi, 8 menit setelah meninggalkan Matahari.
5.
Kromosfer
Kromosfer
adalah lapisan di atas fotosfer Warna dari kromosfer biasanya tidak terlihat
karena tertutup cahaya yang begitu terang yang dihasilkan fotosfer. Namun saat
terjadi gerhana
Matahari total, di mana bulan menutupi fotosfer, bagian kromosfer
akan terlihat sebagai bingkai berwarna merah di sekeliling Matahari. Warna merah
tersebut disebabkan oleh tingginya kandungan helium di sana.
6.
Korona
Korona
merupakan lapisan terluar dari Matahari Lapisan ini berwarna putih, namun hanya dapat dilihat saat
terjadi gerhana karena cahaya yang dipancarkan tidak sekuat bagian Matahari
yang lebih dalam. Saat gerhana total terjadi, korona terlihat membentuk mahkota
cahaya berwarna putih di sekeliling Matahari. Lapisan korona memiliki suhu yang
lebih tinggi dari bagian dalam Matahari dengan rata-rata 2 juta derajat
Fahrenheit, namun di beberapa bagian bisa mencapai suhu 5 juta derajat
Fahrenheit.
7.
Bintik Matahari
Bintik
Matahari terlihat seperti noda kehitaman di permukaan MatahariBintik Matahari
adalaah granula-granula cembung kecil yang ditemukan di bagian fotosfer
Matahari dengan jumlah yang tak terhitung. Bintik Matahari tercipta saat garis medan
magnet Matahari menembus bagian fotosfer. Ukuran bintik Matahari dapat lebih
besar daripada Bumi. Bintik Matahari memiliki daerah yang gelap
bernama umbra, yang dikelilingi oleh daerah yang
lebih terang disebut penumbra. Warna bintik Matahari terlihat
lebih gelap karena suhunya yang jauh lebih rendah dari fotosfer. Suhu di daerah
umbra adalah sekitar 2.200 °C sedangkan di daerah penumbra adalah
3.500 °C. Oleh karena emisi cahaya juga dipengaruhi oleh suhu maka bagian
bintik Matahari umbra hanya mengemisikan 1/6 kali cahaya bila dibandingkan
permukaan Matahari pada ukuran yang sama.
8. Granula
Granula tampakseperti sel-sel yang menutupi seluruh
permukaan matahari kecuali di daerah bintik
matahari. Granula merupakan akibat dari proses konveksi. Fluidayang panas
muncul ke matahari, kemudian mendingin dan kembali lagi ke bawah. Granula berdiameter
sekitar 1000 km. Sedangkan supergranula mempunyai ukuran yang lebih besar,yaitu
sekitar 35000 km, dan mempunyai umur yang lebih panjang, yaitu sekitar 1 atau 2
hari,dibandingkan dengan granula yang hanya sekitar 20 menit.
9.
Prominensa
Lidah
api yang ada di matahari atau juga disebut Prominensa merupakan bagian matahari
yang sangat besar, terang, yang mencuat keluar dari permukaan matahari,
seringkali berbentuk loop (putaran). Tanggal 26-27 September 2009 lalu, wahana
ruang angkasa (Stereo A dan Stereo B) yang khusus memantau matahari merekam
fenomena selama 30 jam ini.
Prominensa
terjadi di lapisan photosphere pada matahari dan bergerak keluar menuju korona
matahari. Jika korona merupakan gas-gas yang telah diionisasikan menjadi sangat
panas, dinamakan plasma, yang tidak begitu memperlihatkan cahayanya, prominensa
berisikan plasma yang lebih dingin.
Prominensa
biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah
diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer –
sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material
dengan berat hingga 100 miliar ton.
Pergerakan Matahari
Matahari
mempunyai dua macam pergerakan, yaitu sebagai berikut :
- Matahari
berotasi pada sumbunya dengan selama
sekitar 27 hari untuk mencapai satu kali putaran Gerakan rotasi ini
pertama kali diketahui melalui pengamatan terhadap perubahan posisi bintik
Matahari. Sumbu rotasi Matahari miring sejauh 7,25° dari sumbu orbit Bumi
sehingga kutub utara Matahari akan lebih terlihat di bulan September sementara kutub selatan
Matahari lebih terlihat di bulan Maret. Matahari bukanlah bola padat,
melainkan bola gas, sehingga Matahari tidak berotasi dengan kecepatan yang
seragam Ahli astronomi mengemukakan bahwa rotasi bagian interior Matahari
tidak sama dengan bagian permukaannya Bagian inti dan zona radiatif
berotasi bersamaan, sedangkan zona konvektif dan fotosfer juga berotasi
bersama namun dengan kecepatan yang berbeda. Bagian ekuatorial (tengah)
memakan waktu rotasi sekitar 24 hari sedangkan bagian kutubnya berotasi
selama sekitar 31 hari. Sumber perbedaan waktu rotasi Matahari tersebut
masih diteliti. Matahari dan keseluruhan isi tata surya bergerak di
orbitnya mengelilingi galaksi Bimasakti. Matahari terletak sejauh
28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bimasakti.
Kecepatan rata-rata pergerakan ini adalah 828.000 km/jam sehingga
diperkirakan akan membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk mencapai satu
putaran sempurna mengelilingi galaksi.
- Jarak
Matahari ke bintang terdekat
Sistem
bintang yang terdekat dengan Matahari adalah Alpha Centauri. Bintang yang dalam kompleks
tersebut yang memilkiki posisi terdekat dengan Matahari adalah Proxima Centauri, sebuah bintang berwarna merah redup yang terdapat dalam rasi
bintang Centaurus. Jarak Matahari ke Proxima Centauri
adalah sejauh 4,3 tahun cahaya (39.900 juta km atau 270 ribu unit astronomi),
kurang lebih 270 ribu kali jarak matahai ke Bumi. Para ahli astronomi
mengetahui bahwa benda-benda angkasa senantiasa bergerak dalam orbit
masing-masing. Oleh karena itu, perhitungan jarak dilakukan berdasarkan pada
perubahan posisi suatu bintang dalam kurun waktu tertentu dengan berpatokan
pada posisinya terhadap bintang-bintang sekitar. Metode pengukuran ini disebut parallaks (parallax).
Ciri khas Matahari
Berikut
ini adalah beberapa ciri khas yang dimiliki oleh Matahari :
1.
Prominensa (lidah api
Matahari
Prominensa
adalah salah satu ciri khas Matahari, berupa bagian Matahari menyerupai lidah
api yang sangat besar dan terang yang mencuat keluar dari bagian permukaan
serta seringkali berbentuk loop (putaran). Prominensa disebut juga
sebagai filamen Matahari karena meskipun julurannya sangat terang bila dilihat
di angkasa yang gelap, namun tidak lebih terang dari keseluruhan Matahari itu
sendiri. Prominensa hanya dapat dilihat dari Bumi dengan bantuan teleskop dan filter Prominensa terbesar yang
pernah ditangkap oleh SOHO (Solar and Heliospheric Observatory) diestimasi
berukuran panjang 350 ribu km. Sama seperti korona, prominensa terbentuk dari plasma namun memiliki suhu yang lebih
dingin. Prominensa berisi materi dengan massa mencapai 100 miliar kg. Prominensa terjadi di lapisan fotosfer
Matahari dan bergerak keluar menuju korona Matahari. Plasma prominensa bergerak
di sepanjang medan magnet Matahari. Erupsi dapat terjadi ketika struktur
prominesa menjadi tidak stabil sehingga akan pecah dan mengeluarkan plasmanya.
Ketika terjadi erupsi, material yang dikeluarkan menjadi bagian dari struktur
magnetik yang sangat besar disebut semburan massa korona (coronnal mass
ejection/ CME). Pergerakan semburan korona tersebut terjadi pada kecepatan
yang sangat tinggi, yaitu antara 20 ribu m/s hingga 3,2 juta km/s. Pergerakan
tersebut juga menyebabkan peningkatan suhu hingga puluhan juta derajat dalam
waktu singkat. Bila erupsi semburan massa korona mengarah ke Bumi, akan terjadi
interaksi dengan medan magnet Bumi dan mengakibatkan terjadinya badai
geomagnetik yang berpotensi mengganggu jaringan komunikasi dan listrik. Erupsi prominensa yang terjadi
pada 30 Maret 2010.
Suatu
prominensa yang stabil dapat bertahan di korona hingga berbulan-bulan lamanya
dan ukurannya terus membesar setiap hari. Para ahli masih terus meneliti
bagaimana dan mengapa prominensa dapat terjadi.
2.
Angin Matahari
Angin
Matahari terbentuk aliran konstan dari partikel-partikel yang dikeluarkan oleh
bagian atas atomosfer Matahari, yang bergerak ke seluruh tata surya.[35] Partikel-partikel tersebut memiliki
energi yang tinggi, namun proses pergerakannya keluar medan gravitasi Matahari
pada kecepatan yang begitu tinggi belum dimengerti secara sempurna.[35] Kecepatan angin surya terbagi dua,
yaitu angin cepat yang mencapai 400 km/s dan angin cepat yang mencapai lebih
dari 500 km/s.[36] Kecepatan ini juga bertambah secara
eksponensial seiring jaraknya dari Matahari.[36] Angin Matahari yang umum terjadi
memiliki kecepatan 750 km/s dan berasal dari lubang korona di atmosfer
Matahari.[36]
Beberapa
bukti adanya angin surya yang dapat dirasakan atau dilihat dari Bumi adalah
badai geomagnetik berenergi tinggi yang merusak satelit dan sistem listrik, aurora di Kutub Utara atau Kutub Selatan, dan partikel menyerupai ekor
panjang pada komet yang selalu menjauhi Matahari akibat hembusan angin surya.[35] Angin Matahari dapat membahayakan
kehidupan di Bumi bila tidak terdapat medan magnet Bumi yang melindungi dari
radiasi.[35] Pada kenyataannya, ukuran dan
bentuk medan magnet Bumi juga ditentukan oleh kekuatan dan kecepatan angin
surya yang melintas.[35]
3.
Badai Matahari
Badai
Matahari terjadi ketika ada pelepasan seketika energi magnetik yang terbentuk
di atmosfer Matahari.[37] Plasma Matahari yang meningkat
suhunya hingga jutaan Kelvin beserta partikel-partikel lainnya berakselerasi
mendekati kecepatan cahaya.[38] Total energi yang dilepaskan setara
dengan jutaan bom hidrogen berukuran 100 megaton.[37] Jumlah dan kekuatan badai Matahari
bervariasi.[38] Ketika Matahari aktif dan memiliki
banyak bintik, badai Matahari lebih sering terjadi. Badai Matahari seringkali
terjadi bersamaan dengan luapan massa korona.[38] Badai Matahari memberikan risiko
radiasi yang sangat besar terhadap satelit, pesawat ulang alik, astronot, dan
terutama sistem telekomunikasi Bumi.[38][39] Badai Matahari yang pertama kali
tercatat dalam pustaka astronomi adalah pada tanggal 1 September 1859.[37] Dua peneliti, Richard C. Carrington
dan Richard Hodgson yang sedang mengobservasi bintik Matahari melalui teleskop
di tempat terpisah, mengamati badai Matahari yang terlihat sebagai cahaya putih
besar di sekeliling Matahari.[37] Kejadian ini disebut Carrington
Event dan menyebabkan lumpuhnya jaringan telegraf transatlantik antara Amerika
dan Eropa.[39]
4.
Eksplorasi Matahari
Misi
eksplorasi Matahari yang paling terkenal adalah Solar and Heliospheric
Observatory (SOHO) yang dikembangkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat
(NASA) bekerja sama dengan Agensi Luar Angkasa Eropa (ESA) dan diluncurkan pada
12 Desember 1995.[43] SOHO bertugas mengumpulkan data
struktur internal, proses fisik yang terjadi, serta pengambilan gambar dan
diagnosis spektroskopis Matahari.[41] SOHO ditempatkan pada jarak 1,5
juta km dari Bumi dan masih beroperasi hingga sekarang.[41]
Misi
eksplorasi terbaru dari NASA adalah pesawat ulang alik kembar bernama STEREO
yang diluncurkan pada 26 Oktober 2006.[43][42] STEREO bertugas untuk menganalisis
dan mengambil gambar Matahari dalam bentuk 3 dimensi.[42] Solar Dynamics Observatory Mission
adalah misi eksplorasi NASA yang sedang dalam pengembangan dan telah
dipublikasikan pada April 2008.[42] Solar Dynamics Observatory Mission
diperkirakan akan mengorbit untuk mempelajari dinamika Matahari yang meliputi
aktivitas Matahari, evolusi atmosfer Matahari, dan pengaruh radiasi Matahari
terhadap planet-planet lain.[42]
KEUNIKAN MATAHARI
1.
Diameter Matahari
sekitar 1.390.000 km. Sementara diameter Bumi sekitar 12.740 km. Nah, bila Bumi
dimasukkan dalam Matahari, Matahari bisa menampung sebanyak 109 Bumi. WAAAAHH….
2. Suhu inti Matahari berkisar dari 15.000.000 derajat Celsius pada inti dalam, sedangkan pada inti luar suhu mencapai 7.000.000 derajat Celsius. Dan suhu pada permukaan matahari ‘hanya’ 6.000 derajat Celsius. Ini juga ngga kebayang gimana panasnya, kita aja di Bumi dengan suhu 35-40 derajat Celcius aja sudah kepanasan.
3. Lontaran massa korona (CME) tercepat yang teramati manusia terjadi pada 4 Agustus 1974, menjalar dari matahari ke bumi dalam waktu 14,6 jam dengan kecepatan hampir 10.000.000 km/jam.Apa itu korona? Korona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari. Korona luasnya beberapa juta mil dan suhunya mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Lubang di korona terjadi ketika medan magnet matahari melompat keangkasa.
Lubang korona inilah yang memungkinkan terjadinya angin matahari, aliran partikel energi yang menembus ke tata surya. Korona dan kromosfer hanya bisa diamati dengan teleskop khusus yang disebut kronagraf.
4. Adakalanya solar flares memanaskan permukaan matahari sampai 80.000.000 derajat Fahrenheit, yang berarti jauh lebih panas dari inti matahari. Solar flares adalah badai magnetik yang terjadi di permukaan matahari.
Awalnya, badai ini terlihat seperti titik yang sangat terang sebelum akhirnya meledak. Solar flares menghasilkan partikel energi yang sangat banyak dan gas dengan suhu tinggi yang dilepaskan ribuan mil dari permukaan matahari.
5. Prominensa (lidah api yang melengkung) bisa mencapai jarak 200.000 hingga 300.000 km pada korona matahari. Prominensa bisa berlangsung beberapa hari. Bila meledak, bisa member tambahan energi terhadap angin matahari.
6. Antara 10-12 Mei 1999, hampir tidak ada angin matahari. Hal ini menyebabkan magnetosfer bumi mengembang volumenya hingga lebih dari 100 kali.
Apa itu angin matahari? Angin matahari adalah pancaran aliran ion (partikel bermuatan) yang tak terputus oleh lubang korona. Angin matahari terpancar ketika medan magnet matahari melompat ke luar angkasa.
Dalam foto sinar X matahari, lubang korona tampak berwarna hitam dan bisa bertahan beberapa bulan atau tahunan. Angin matahari membutuhkan waktu sekitar 4,5 hari untuk mencapai bumi. Angin matahari menyebabkan ekor komet menjauh dari matahari dan terjadinya aurora di bumi dan planet lain.
7. Pada April 1947, bintik matahari mencapai ukuran maksimalnya sepanjang sejarah. Ukurannya lebih dari 330 kali luas Bumi.
Apa itu bintik matahari? bintik matahari adalah flek-flek yang berwarna hitam yang berada di kulit terluar matahari. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Meski terlihat seperti sebuah titik di matahari, sebenarnya ukurannya sangat besar, bahkan lebih besar daripada bumi. Bahkan ada bintik matahari yang ukurannya 10 kali diameter bumi.
8. Pada 13 Maret 1989, wilayah Quebec Kanada mengalami padam listrik total karena badai geomagnetik. Perekonomian Kanada waktu itu mengalami kerugian sebesar US $ 6 Milyar.
9. Iklim Bumi menjadi lebih dingin pada tahun 1645-1715. Hal ini disebabkan karena bintik matahari yang siklusnya 11 tahunan tidak teramati.
10. Luas permukaan matahari = 11.900 kali luas permukaan bumi.
11. Massa matahari = 332,946 kali massa bumi
12. Jarak dari bumi adalah 8,31 menit kecepatan cahaya.
13. Dalam waktu 1 detik, matahari mengubah 4 juta ton bahan murni menjadi energi murni.
2. Suhu inti Matahari berkisar dari 15.000.000 derajat Celsius pada inti dalam, sedangkan pada inti luar suhu mencapai 7.000.000 derajat Celsius. Dan suhu pada permukaan matahari ‘hanya’ 6.000 derajat Celsius. Ini juga ngga kebayang gimana panasnya, kita aja di Bumi dengan suhu 35-40 derajat Celcius aja sudah kepanasan.
3. Lontaran massa korona (CME) tercepat yang teramati manusia terjadi pada 4 Agustus 1974, menjalar dari matahari ke bumi dalam waktu 14,6 jam dengan kecepatan hampir 10.000.000 km/jam.Apa itu korona? Korona adalah bagian terluar dari atmosfer matahari. Korona luasnya beberapa juta mil dan suhunya mencapai 1.000.000 derajat Celcius. Lubang di korona terjadi ketika medan magnet matahari melompat keangkasa.
Lubang korona inilah yang memungkinkan terjadinya angin matahari, aliran partikel energi yang menembus ke tata surya. Korona dan kromosfer hanya bisa diamati dengan teleskop khusus yang disebut kronagraf.
4. Adakalanya solar flares memanaskan permukaan matahari sampai 80.000.000 derajat Fahrenheit, yang berarti jauh lebih panas dari inti matahari. Solar flares adalah badai magnetik yang terjadi di permukaan matahari.
Awalnya, badai ini terlihat seperti titik yang sangat terang sebelum akhirnya meledak. Solar flares menghasilkan partikel energi yang sangat banyak dan gas dengan suhu tinggi yang dilepaskan ribuan mil dari permukaan matahari.
5. Prominensa (lidah api yang melengkung) bisa mencapai jarak 200.000 hingga 300.000 km pada korona matahari. Prominensa bisa berlangsung beberapa hari. Bila meledak, bisa member tambahan energi terhadap angin matahari.
6. Antara 10-12 Mei 1999, hampir tidak ada angin matahari. Hal ini menyebabkan magnetosfer bumi mengembang volumenya hingga lebih dari 100 kali.
Apa itu angin matahari? Angin matahari adalah pancaran aliran ion (partikel bermuatan) yang tak terputus oleh lubang korona. Angin matahari terpancar ketika medan magnet matahari melompat ke luar angkasa.
Dalam foto sinar X matahari, lubang korona tampak berwarna hitam dan bisa bertahan beberapa bulan atau tahunan. Angin matahari membutuhkan waktu sekitar 4,5 hari untuk mencapai bumi. Angin matahari menyebabkan ekor komet menjauh dari matahari dan terjadinya aurora di bumi dan planet lain.
7. Pada April 1947, bintik matahari mencapai ukuran maksimalnya sepanjang sejarah. Ukurannya lebih dari 330 kali luas Bumi.
Apa itu bintik matahari? bintik matahari adalah flek-flek yang berwarna hitam yang berada di kulit terluar matahari. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Meski terlihat seperti sebuah titik di matahari, sebenarnya ukurannya sangat besar, bahkan lebih besar daripada bumi. Bahkan ada bintik matahari yang ukurannya 10 kali diameter bumi.
8. Pada 13 Maret 1989, wilayah Quebec Kanada mengalami padam listrik total karena badai geomagnetik. Perekonomian Kanada waktu itu mengalami kerugian sebesar US $ 6 Milyar.
9. Iklim Bumi menjadi lebih dingin pada tahun 1645-1715. Hal ini disebabkan karena bintik matahari yang siklusnya 11 tahunan tidak teramati.
10. Luas permukaan matahari = 11.900 kali luas permukaan bumi.
11. Massa matahari = 332,946 kali massa bumi
12. Jarak dari bumi adalah 8,31 menit kecepatan cahaya.
13. Dalam waktu 1 detik, matahari mengubah 4 juta ton bahan murni menjadi energi murni.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar